Jumat, 09 November 2012

DRUM CORPS CENDRAWASIH AKADEMI KEPOLISIAN, Edisi: @Ginza street. Tokyo. Japan.


Menjadi headline harian Jepang
Apakah hal yang paling menyenangkan? apakah hal yang paling membanggakan? Jawaban yang menyenangkan dan membanggakan adalah pergi berkunjung ke Negeri Sakura. =3

Itulah kira-kira perasaaan yang sudah dirasakan oleh 45 orang taruna detasemen Angkatan 45 Budi Luhur Bhayangkara (BLB), pengalaman berkunjung ke negeri Sakura akan selalu menjadi hal yang menyenangkan, membanggakan bagi mereka.

Acara yang dilaksanakan di Tokyo tesebut adalah World Police Band Concert Comitee Supervisor. Suatu kehormatan bagi taruna, memperoleh kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan para police cadet dari berbagai belahan penjuru dunia,

"Kesempatan tidak datang dua kali" demikian pun taruna angkatan 45 memanfaatkan sebaik mungkin kegiatan ini, kesempatan ini pun menjadi ajang bagi taruna untuk menambah relasi, sharing pengalaman, serta menambah koleksi foto di facebook dan instagram (ups, haha,,) apalagi ditambah dengan unjuk kebolehan dalam keterampilan Drum Corps di jalanan utama negeri Ultraman ini,

Taruna Akpol di Tokyo. Jepang.
Terang saja, kirab DC dengan dengan pakaian gamtar PDU, atribut jenderal, pakaian berbagai model dalam kepolisian, serta perpaduan suara harmonis alat musik yang menggelegar, menjadikan pasukan Drum Corps Cendrawasih Akpol selalu disorot beribu mata dan kamera masyarakat Ginza street, Tokyo, Jepang.



Kebanggaan Senior
Saya selaku senior, dapat melihat adik asuh dan didikannya berkesempatan bermain pada ajang Internasional merupakan kebanggaan. Secara eksplisit ini menunjukan bahwa pembinaan Drum Corps senior tidak gagal dan bahkan berhasil. Selamat Juniorku.


"So, live with honour and pride my junior."


nb. bagi yang ingin melihat video kirab ini dapat klik disini

Senin, 29 Oktober 2012

PORSIMAPTAR XII 2012

Porsimaptar (Pekan Olahraga dan Seni Integrasi Mahasiswa dan Taruna) XII tahun 2012 akhirnya dibuka dengan meriah pada tanggal 29 Oktober 2012, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang paling ditunggu oleh kalangan mahasiswa dan pelajar SMA, khususnya di kawasan Semarang, Jawa tengah hingga Jogjakarta.

Tercatat lebih dari 20 Universitas dan Sekolah Menengah Atas mengikuti kegiatan ini, ajang bergengsi ini berisi berbagai kegiatan pertandingan pada bidang olahraga dan seni, diantaranya sepak bola, bola basket, tenis lapangan, badminton, futsal, bola volley, dan breakdance 




Kamis, 27 September 2012

Pengalaman TKJ (Te Ka Je) atau Tes Kesamaptaan Jasmani. Level: Mayor Taruna

Tes Kesamaptaan Jasmani pada awalnya memang merupakan salah satu jenis tahapan dalam seleksi penerimaan Taruna Akademi Kepolisian, yang menilai batas kemampuan fisik seseorang dalam mengikuti pendidikan dan latihan di Akademi Kepolisian. Jenis test ini akan selalu dilakukan secara berkala setiap semester untuk mengetahui kemampuan fisik yang semakin meningkat seiring dengan berjalannya pendidikan di Akpol.

Menurut pengalaman, anehnya memang TKJ selalu jadi momok, kegiatan yang seharusnya menjadi hal yang biasa, selalu menjadi kegelisahan tersendiri, saat menjelang pelaksanaannya.
(Ha min satu) 
Raat Rikkes atau pemeriksaan kesehatan di KSA. Hati nan gusar ga karuan, rasanya kadang lemes kadang juga males, saat apel di kadang ada suara-suara keluhan:
‘huuh,, besok TKJ duul..’haha..mental aja bro..’
tapi rasanya memang agak berat melaksanakan TKJ selepas 2 minggu ujian akademik, karena notabebenya minggu ujian merupakan minggu konsentrasi belajar dan minggu paling santai karena tanpa latihan fisik yang serius..
 (Malam hari) 
Berbagai asupan bersirkulasi dengan cepat, entah itu dimakan atau diminum, dari mulai telor stengah mateng, susu beruang brand, patilon spirit, pitt bull, neo hormopiton. di kafe saat itu terjadi antrian melonjak drastis di stand minuman tersebut.
ada yang percaya makan telor campur madu menambah stamina, ada yang makan gula merah menambah tenaga,, haha aneh-aneh deh..
tapi salah satu temen kita Bst. cuma nyeletuk,, “itu mah mental aja suuh..”
terdenganr simple tapi begitu esoknya, Bst, tersebut sering menyempatkan diri kamar mandi bahkan tiga kali seperti dikejar setoran..

pull up
(Hari H!!) Pelaksanaan TKJ
Peluit tester pun ditiup, tanda mulainya TKJ samapta A, yaitu lari mengelilingi stadion dengan keliling 400 m selama 12 menit,,disini dimulailah permainan mental kita diuji. apakah kita kuat untuk melawan waktu mencapai minimal 7 keliling saja,, seperti kata temen Bst. kita ‘itu mah, mental aja’ dan akhirnya ke kamar mandi juga sebanyak 3 kali!
tes dilanjutkan dengan item TKJ Samapta B yaitu, Pull Up selama 1 menit dengan nilai sempurna 17 kali, Sit Up selama 1 menit maksimal 40 kali, Push Up selama 1 menit maksimal nilai 42 kali, dan terakhir shuttle-run sebanyak 3 kali secepat mungkin.



shuttle run
push up (tangan terbuka tidak mengepal)










Prriiit,, apel TKJ selesai, fyuuh,, akhirnya selesai juga perhelatan laga di stadion yang memakan waktu kurang lebih 5 jam,,

Hasilnya? sesuai kemampuan sendiri, juga penilaian selalu mengedepankan asas transparan, sehingga hasilnya langsung dituliskan dan dapat dilihat di papan pengumuman.

Rochmad: Sosok purnawirawan

Praspa sudah usai, namun lapangan upacara  masih ramai, sekedar bercerita dan ada pula yang menyempatkan mengambil gambar, Perwira Remaja mengemasi barang dan pulang bersama keluarganya masing-masing.

Saya pun dijemput pulang, satu mobil dengan penumpang 8 pasang paru, lumayan sempit memang namun hal itu menjadi kesempatan untuk 'family trip', apalagi sebelahku Ua Said yang kocak.
Setelah keluar ksatrian Akmil, tujuan pertama kami adalah berbalik arah dari mesjid di alun-alun Magelang menuju restoran Mulih Ndeso di daerah Mertoyudan. Disana sudah menunggu keluarga Ua Ade-Yanti, beserta keluarga teh Fera dan si kecil keponakanku Fardhan.

Di rumah makan itulah aku bertemu dengan seorang security yang bernama 'Rochmad', dia menyampaikan peghormatan kepadaku, kemudian ia mengaku bahwa ia pun sebenarnya merupakan purnawirawan polisi, dengan segera ia mengeluarkan dompet dan menunjukan kepadaku kartu tanda anggota terakhir, terlihat foto bergambar seorang polisi yang mengenakan seragam berpangkat balok tiga.

Ia pun bercerita bahwa ia memulai pekerjaannya dulu sebagai tamtama polisi. pernah 3x menjadi seorang kapolsek, di sekitar wilayah Magelang. Suatu menjadi betugas sebagai kapolsek ia selalu menegakan hukum berpedoman kepada peraturan perundang-undangan, norma yang berlaku serta berdasarkan hati nurani nya.

Sebagai kapolsek saat itu, beliau bekerja dengan penuh keikhlasan dan prinsip yang kuat, seringkali ditawari untuk bertindak selaku makelar kasus, berbagai sogokan uang yang menggiurkan pada jaman itu selalu ia tolak, bahkan saat salah satu anggota keluarganya yang terlibat tindak pidana beliau menyerahkan sepenuhnya kepada pengadilan tanpa KKN. Beliau tidak mau mengotori tangan dan seragamnya dengan tindakan melanggar hukum yang malah merusak mental institusi kepolisian.

Diakhir pertemuan kami, beliau berpesan agar saya senantiasa bersyukur telah menjadi Polisi, bertugas mulia dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat meski harus kurang istirahat, ia pun berkata agar saya menjadi polisi yang jujur, tidak menyakiti hati masyarakat, dan tidak berorientasi pada harta, karena harta hanya sementara sedangkan jasa dan pengabdian kita akan selalu teringat selamanya. Pertemuan yang cukup bermakna bagi seorang Perwira muda dari seorang Purnawirawan Polri, pesan moral didalamnya patut untuk direnungkan dan dijadikan teladan dalam pelaksanaan tugas kedepan.

Bravo Polri ! Pelayanan Prima, Anti KKN, Anti Kekerasan. :)

Minggu, 15 Juli 2012

Final Fantasy 2012: Prasetya Perwira

Untuk kali ini penulis akhirnya dapat berkata:

ALHAMDULILLAH AKHIRNYA GUE LULUS JUGAA!! T.T

Rasa haru ditambah bangga dan senang, keringat dicampur pegel, air mata dan sedikit panas radang tenggorokan terjadi di lapangan bersejarah SAPTA MARGA Akmil, Magelang sesaat setelah protokol upacara berbicara bahwa upacara Prasetya Perwira 2012 telah selesai dilaksanakan.

Prasetya Perwira adalah acara puncak pelantikan taruna dari akademi TNI dan Polri menjadi seorang perwira, setelah menempuh pendidikan akademi selama 4 tahun bagi taruna akademi TNI dan 3 tahun bagi taruna Akpol. Pada intinya Praspa adalah pengambilan sumpah dan penyematan tanda pangkat secara simbolik oleh Inspektur Upacara yang dijabat oleh Presiden RI.

Sumpah disini pada hakikatnya adalah merupakan ikrar, sumpah janji kesetiaan perwira muda yang baru dilantik untuk menyerahkan segenap jiwa raganya bagi bangsa dan negara serta institusi yang menjadi wadah pengabdiannya.

Seperti yang dikatakan ternyata benar Magelang termasuk kota yang bercuaca dingin-dingin empuk, cukup sejuk. hal ini berbeda dengan Semarang dimana Akpol berada, cukup duduk dan anda akan berkeringat (kecuali di ruangan ber-AC tentunya). Sehingga selama beberapa hari saja di Akmil cukup membuat hidung  mampet jika tidak diimbangi dengan olahraga. hal yang buruk pun terjadi pada saya, panas tubuh meninggi di hari-hari menjelang pelaksanaan prasapa.

Pada hari Senin Dokter Putri sudah ultimatum kalo sampe H-1 panasnya ga turun turun, terpaksa kamu harus diinfus. Daripada ditusuk jarum dan dialiri listrik (lho? air infus maksudnya) saya lebih milih selama satu hari minimal minum 6 botol air mineral 1 liter. Alhamdulillah, walhasil, dua hari sebelum pelaksanaan upacara bolak-balik ke kamar kecil. Daan cerita yang ga akan saya lupa: sekitar jam 8 malam disaat capaja lain ikut Malam Akrab, bapak Mujiono sang penjaga barak tiba-tiba memberi nasi dan bebek goreng, karena dia tau saya belum makan dan harus minum obat. Terimakasih pak Muji..

Hari Kamis. 09.00 waktu Indonesia setempat, dalam keadaan badan yang setengah sehat, leher rasanya agak panas gara-gara radang tenggorokan, namun show must go on. Setelah G.S. Lokananta Akademi Militer selesai tampil di tengah lapangan Sapta Marga, barulah barisan Capaja masuk diiring Korps Musik Paspampres.

Pelantikan pun dimulai dengan kedatangan Presiden RI sebagai Irup, beliau menyematkan tanda pangkat kepada para lulusan terbaik masing masing akademi, dan memimpin sumpah perwira. akhirnya ketika Salam kebangsaan dilaksanakan diiringi lagu Indonesia Raya, saat itu saya melihat seluruh undangan termasuk Kadentar dan seluruh pengasuh melakukan penghormatan dan air mata haru rasanya tak kuasa dibendung lagi.

Selesai upacara, ibu memelukku dengan tangisan bangga, inilah momen yang paling bersejarah dan selama ini saya nantikan membuat ibu bangga. meski bapak tidak sempat melihat, tapi saya yakin bapak pun pasti bangga.
 Eh, ternyata kakak2ku, bibi, ua dan si kecil  ponakanku Farhan ikut datang, kami pun mengabadikan lewat foto. : )